Coretan Hati

Alhamdulillah, punya nasihat kecil yang tersimpan terus buatku untuk mengingatkan aku ketika dalam keadaan apapun.

Tuesday, February 21, 2006

Kejutan(2) = hari kelahiran

Datang juga hari ini , hari yang membahagiakanku. Selama ini aku belum pernah bersyukur diberikan nikmat usia dari-Nya. Nikmat yang tertinggi yang aku peroleh. Bayangin berapa miliar volume udara yang aku hirup sejak aku lahir, berapa juta makanan yang masuk dalam perutku, berapa cahaya yang telah membantuku untuk melihat. Itu saja sudah membuatku terpana, belum nikmat yang lain yang aku rasakan. tapi apa aku telah memenuhi perintahMu ya Allah, memenuhi kewajibanMu. Ampunilah Aku ya Allah.

Hari ini juga ibuku memberikanku sebuah kenangan manis. Ibuku membuat acara sederhana, yang seumur hidupnya baru kali ini memberikan kejutan ini kepadaku. Terima Kasih Ibu. Ibuku juga bersyukur, bahagia aku sudah dapat cari uang sendiri, dengan uang itu aku bisa membantu kakakku. Walau acara ini sangat sederhana, tapi doa dari kedua orang tuaku dan restu beliau berdua yang aku butuhkan. Sebuah hadiah yang besar bagiku jika aku bisa direstui dan aku bisa meminta maaf kepada kedua orang tuaku selama hidupku baik kata2ku, perilaku dan sikapku sampai membalas semua budinya. Sebuah penghargaan bagiku, hari ini dan tahun ini.

Terima Kasih juga buat keluargaku, yang selalu mensupport aku dan selalu memberi nasehat padaku. Tak lupa juga terima kasih pada teman2ku, baik Rini, mas Pujo, 3TC, Dadi, Ika, Mukie, Citra, irma, Linux, DAS, SRJ, DTB, Tommy, YPO, IQ, AWN, Yudho, temen2 Banyuwangi, Bagus Eka.


Sunday, February 19, 2006

Kejutan(1)

Semalam aku menelpon ke rumah, apa yang kudapatkan ternyata sudah tidak meresahkanku. Kondisi Orang Tuaku ternyata baik2 saja. kudengarkan ucapan dan kata dari orang tuaku. Ayahku, alhamdulillah masih kuat dan sehat untuk melangkah ke masjid. Ibuku saat itu masih bisa tertawa dan menasehatiku. Banyak yang aku fikirkan tentang mereka, namun mereka lebih dari apa yang aku fikirkan terhadapku. itulah Orang tua.

Aku kangen banget untuk pulang ke rumah, pulang bertemu kedua orang tuaku, membantu beliau berdua dalam sehari-hari seperti dulu sewaktu aku masih tinggal sehari-hari bersama mereka.

Setelah mendengarkan ucapan mereka, aku jadi sangat gembira, dan aku lebih gembira lagi ketika ibuku membisikkan akan memberikan kejutan untukku. Apa itu??? ternyata ibuku akan mempersiapkan acara sederhana untuk ulang tahunku 2 hari lagi sekalian syukuran aku langsung dapat kerja. Yah, apa yang dapat aku berikan untuk membalas kebaikannya, mungkin hanya doa dan terima kasih yang dapat aku ucapkan untuk ibuku dan wajib berbakti kepadanya. Thx mom. I LOVE U

Wednesday, February 15, 2006

Kangen

Wah, udah lama blog ini tidak aku perhatikan. Lama sekali aku tidak melihat bentuk wajah blogku ini. Eh....pas ngeliat jadinya kok hancur berantakan. Wah ingin sekali memperbaikinya. Walau waktu tiap hariku luang, namun aku masih belum bisa menyibukkan diriku dengan blok ini. Uhhh.........kesel dech.

Yah sekarang udah agak mendingan lagi, tampilannya sih gak berbeda, namun sedikit aku repair lagi. Usaha untuk mengisi hari-hariku dengan blog ini sangat besar tapi kenapa aku gak bisa mengisinya tiap hari, walau begitu aku bersyukur saat ini aku bisa menulis lagi.

Moga2 aja aku bisa jadi orang yang bisa meluangkan waktuku dengan sebaik-baiknya. Amiin

Friday, February 10, 2006

Alhamdulillah (1)

Bersyukur atas setiap nikmat adalah hal yang sangat mulia. Tak seorangpun bisa menjamin dirinya bisa selamat atau tidak. Setitik nikmat ini akan ditanya untuk apa dan apa aja yang telah dilakukannya.

Berat memang pertanyaan yang akan diajukan tentang nikmat ini, apa yang diusahakan oleh kita apakah bersih dari dosa???

Yang perlu kita fikirkan apakah yang kita lakukan akan dapat menolong kita kelak. Apa yang tergambar pada diri kita adalah sifat kita, mampukah kita menyikapi diri kita menjadi seorang yang diliputi amal perbuatan yang baik. Upayakan tiap hari diri kita menjadi orang yang rendah diri, merasa belum memiliki kebaikan yang berarti yang dapat diterima oleh Allah SWT.

Tapi jelas sich, aku masih dari tahap belajar, setiap hari kenapa aku merasa masih belum bisa seperti apa yang kutargetkan. Seringkali kusadari ketika aku sendiri, pulang dari kerja atau kadang kala tiap malam saat orang2 tertidur lelap, aku berfikir kenapa aku belum bisa berubah dan berubah. Aku terus sesali setiap yang aku kerjakan dari pagi hari sampai aku terbangun. Alhamdulillah Allah masih membangunkanku dari tidurku, masih memberiku nafas dalam aktifitasku. Aku terus berdoa setiap hari dan setiap saat.

"Ya Allah berilah aku petunjuk ke jalan para Rasul, sahabat, tabi'in, para shalafus shaleh, para shiddiqin."

Saturday, January 21, 2006

Birul Walidain (1)

"Tiitiit........tiiitiiit.........(bunyi ring tone sms messageku berbunyi)". Aku kira dari teman2ku, eh...ternyata dari kakakku. Perlahan dan kuresapi tulisan di messge-nya. Apa yang ditulisnya??? Aduh, aku bingung kemana aku bercerita semuanya. kakakku menginformasikan klo ayahku jatuh sakit. Hatiku terhenyut dalam sedih, malam itu aku berusaha bangun untuk berdoa. Apa yang terfikir dalam otakku hanya satu yakni bertemu kedua orang tua. Tapi bagaimana caranya??? Aku jauh di kota lain dan saat ini aku bekerja di perusahaan besar??? Berbakti kepada kedua orang tua, selalu mendengarkan dan mentaati mereka dalam kebajikan adalah kewajiban terpenting.

Wajib bagi kita berusaha membuat senang orang tua tanpa durhaka kepadanya dalam kebajikan. Maka dari itu aku merasa bingung ketika aku menghadapi keadaan ini. Apapun yang terjadi pada diri kita, wajib bagi kita untuk mematuhi perintah dan hak orang tua kita. kalau pekerjaan yang kita jalani sekarang ini membebani Anda sehingga bertentangan dengan perintah ataupun hak orang tua Anda maka segera beritahukanlah hal tersebut pada orang tua Anda dan segeralah Anda memohon maaf. Jika ada kesempatan dan tidak menghalangi pekerjaan atau kewajiban Anda maka tunaikan hak orang tua karena berbakti kepada orang tua itu lebih penting.

Friday, January 20, 2006

Sabar (1)

wau, sulit rasanya memiliki kelembutan hati seperti es. Baru disadari klo nikmat hati adalah yang tertinggi, sabar di atas segala2nya. Waktu berganti, kejadian satu aku rasakan bergantian adanya sampai aku merasakan klo dalam hidup ini memang perlu sabar.

Wah, saat ini aku kok merasa sering marah. Kemana-mana bawaannya kok pingin marah-marah. Gak tau kenapa diriku ini pagi ini. Aku merasa tenang ketika aku bertemu para tetangga dengan muka manis dan tersenyum, yach pastinya laki donk, bertemu bapak dan ibu kost. Semakin berjalan menuju kantor, amarah yang ada di hatiku semakin pudar. Wah kenapa yach......hati yang lembut ternyata dapat mendinginkan amarah. Yach aku akui kok aku gak biasa marah, kata teman-temanku aku itu gak bisa serius dan tampangnya cengengesan terus. Tapi aku akui hati pasti bisa saja marah.

Entah apa yang membikin amarah dalam hati ini bisa seperti itu, yang aku tau banyak masalah pada diri seseorang, kadang kala juga orang sulit mengendalikan posisi permasalahan, ataupun memang benci pada seseorang. Suatu kenyataan, kadang kala amarah itu datang di rumah namun dilampiaskan di waktu kerja, yang ini yang sering terjadi.

Perlu bagi kita ketahui potensi marah seseorang itu berbeda2, tergantung dari wataknya. Tapi untuk diriku moga-moga aku gak jadi pemarah. Alhamdulillah, Allah sudah ciptakan sifat ini menjadi bagian dari diriku. Moga-moga bisa aku jaga sampai nanti.

Monday, December 05, 2005

Astaghfirullah, inikah pelajaran dari Mu

Inget2 tiap hari apa yang kurang. Sehari ada aja yang dikoreksi. Baru di jakarta ini aku sering lupa. Ketika aku sudah mulai kerja, aku berjuang untuk hidup mandiri. hidup dengan uang yang kudapat dari kerja setiap hari. Ternyata Allah sayang padaku sampai aku selalu diberikan kelebihan rizqi yang banyak.

Waktu demi waktu aku lalui di Jakarta ini, nyatanya apa yang aku janjikan dulu belum aku lunasi apalagi dengan Sang Penguasa alam ini. Baru aku sadari kenapa hari2ku aku penuh dengan hal2 yang mencelakaiku, hal2 yang merugikan aku. Puncak seluruhnya adalah semalam ini ketika aku membeli banyak barang. Apa yang aku ambil hikmah??

Selama ini aku melupakan janjiku kepada Ilah yang Esa, apa yang kujanjikan. ketika aku belum bekerja aku bernadzar akan melakukan 3 hal tapi aku baru melakukan separo dari hal itu. Pelajaran ini mengingatkanku ketika seluruh barang yang aku beli seluruhnya rusak. Sejenak kufikir ternyata aku merasa gundah akan rezeqi itu, apa yang membebaninya masih belum aku lunasi.

Aku yakin Allah masih sayang aku, dan ini peringatan darinya. Moga Aja juga bisa jadi peringatan yang lain, jangan sampai melupakan yang kita janjikan dengan Penguasa Alam ini.