Harta, sebuah nilai yang tidak menjamin kebahagiaan
Aku : Assalamualaikum bu.
Ibu : Waalaikumsalam
Aku : Ibu sudah makan??
Ibu : (sambil mengeluarkan bungkusan dari dalam karung goninya) Nih nak, makan bareng Ibu yuk.
Aku : Terima kasih bu, saya sudah makan. Ibu saja, kan ibu belum makan. Dari mana bu??
Ibu : keliling cari kerjaan nak
Aku : Asal dari mana bu.
Ibu : ibu berangkat dari Cikampek naik kereta lalu jalan samapai kesini.
Aku : Kerjaan gimana bu.
Ibu : Pokoknya kerjaan nak, jika gak ada ibu mengemis secukupnya, pokoknya bisa makan 2 kali. jika ada kerjaan ya kerja.
Aku : (Ibu memperlihatkan hasilnya dan kutengok) Apakah itu cukup bu untuk hidup di jakarta.
Ibu : masalah cukup sih ibu gak khawatir namun ibu bisa bahagia, anak2 jadi selamat, sholeh, dan hidup kita tenang.
masya Allah, kata2 yang langsung menundukkan hatiku. Kata2 seseorang yang kekurangan yang lebih memilih bahagia daripada harta. Terkesan aku atas sikapnya yang dalam keadaan kekurangan tapi masih berbaik hati menyodorkan makanannya padaku walaupun dia tahu aku adalah orang yang berlebihan. Semoga Allah merahmati dan menjaga hati beliau.
jadi inget ama artikel yang pernah aku baca di http://www.eramuslim.net/?buka=show&id=8.
Baca deh moga jadi bermanfaat.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home