Coretan Hati

Alhamdulillah, punya nasihat kecil yang tersimpan terus buatku untuk mengingatkan aku ketika dalam keadaan apapun.

Thursday, December 01, 2005

Harta, sebuah nilai yang tidak menjamin kebahagiaan

Euyy, pagi ini sebelum berangkat mencari perabot rumah, aku bertemu seorang ibu yang usianya sekitar 50 tahun ke atas. Beliau seorang pengemis jalanan yang berasal dari Cikampek, Jakarta. Sampai di tempat kostku beliau ini berangkat dengan kereta secara gratis dan kemudian berjalan kaki saja. Seketika itu aku teringat ibuku yang sekarang jauh dariku, berapa dosa yang telah aku sisakan selama aku hidup hingga aku hidup jauh merantau kesini. Mencoba aku mengusik ketenangan sang ibu tadi dengan bertantya sesuatu.

Aku : Assalamualaikum bu.
Ibu : Waalaikumsalam
Aku : Ibu sudah makan??
Ibu : (sambil mengeluarkan bungkusan dari dalam karung goninya) Nih nak, makan bareng Ibu yuk.
Aku : Terima kasih bu, saya sudah makan. Ibu saja, kan ibu belum makan. Dari mana bu??
Ibu : keliling cari kerjaan nak
Aku : Asal dari mana bu.
Ibu : ibu berangkat dari Cikampek naik kereta lalu jalan samapai kesini.
Aku : Kerjaan gimana bu.
Ibu : Pokoknya kerjaan nak, jika gak ada ibu mengemis secukupnya, pokoknya bisa makan 2 kali. jika ada kerjaan ya kerja.
Aku : (Ibu memperlihatkan hasilnya dan kutengok) Apakah itu cukup bu untuk hidup di jakarta.
Ibu : masalah cukup sih ibu gak khawatir namun ibu bisa bahagia, anak2 jadi selamat, sholeh, dan hidup kita tenang.

masya Allah, kata2 yang langsung menundukkan hatiku. Kata2 seseorang yang kekurangan yang lebih memilih bahagia daripada harta. Terkesan aku atas sikapnya yang dalam keadaan kekurangan tapi masih berbaik hati menyodorkan makanannya padaku walaupun dia tahu aku adalah orang yang berlebihan. Semoga Allah merahmati dan menjaga hati beliau.

jadi inget ama artikel yang pernah aku baca di http://www.eramuslim.net/?buka=show&id=8.
Baca deh moga jadi bermanfaat.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home